Memberi Hormat

1 Yohanes 4:8 – (dalam terjemahan sehari-hari)
Tetapi, jikalau seseorang tidak mengasihi dan tidak baik hati, hal itu menyatakan bahwa ia tidak mengenal Allah sebab Allah itu kasih.

Seringnya kita akan menghargai orang lain yang lebih diatas kita secara derajat kedudukan bahkan usia. Bahkan kita kadang lebih tunduk dengan gereja dibanding dg orang lain diluar gereja. Padahal firman Allah gak pernah bilang bahwa kasihilah manusia yang digereja duank.

Bawahan kita kurang pandai kita jd bawaannya emosi mulu, pasangan kita ga seperti film2 romantis holiwud jadi bisanya kritik mulu, orangtua kita gak sesayang filem2 korea terhadap anaknya, bos kita ga seasik bosnya temen kita, pendeta kita ga perduli seperti gereja sebelah, waiters resto ini kurang senyum, supir gocarnya ngegerutu mulu.

Karena hal-hal diatas KUALITAS kita jadi tergantung dengan orang lain.

Padahal yang Tuhan inginkan adalah, ga peduli keadaan, dimanapun dan dengan siapapun kita bisa menjadi perpanjangan tanganNya : menebarkan kasih 🙂

Saya pernah baca kisah, ada seseorang yang terus menerus ditimpa problem / tantangan / hinaan sampai mau bunuh diri tapi dia terus menyatakan pada dirinya bahwa dia bisa melewati ini dan terus lakukan hal baik pada orang lain bahkan pada yang jelas2 jahat sama dirinya. Akhir cerita hidupnya mulai diberkati dan orang yang jahat itu jadi bertobat karna melihat kebaikan pada orang tadi.

Siapa yang suka film drama Korea? Saya pernah nonton serial mereka dan yang membuat saya salut adalah bagian dimana cerita tentang sang bawahan terus aja dicaci maki, di hina sama atasannya, dianggap gak becus dan diakhir cercaannya sang bos banting pintu masuk ke ruangannya tapi sang bawahannya tetap menunduk memberi hormat pada atasannya (pintu ruangan bosnya).

Saya gak peduli meski ini (mungkin)hanya ada di serial, tapi saya percaya mereka menampilkan value yang mereka pegang. Tetap hormat. Karena VALUE / NILAI yang mereka pegang bukan apa yang orang lain perbuat.

Yes. Rasanya emang pas dan lebih lega saat ada orang fitnah kita / maki kita / merendahkan kita / meremehkan kita dan ternyata kita memiliki kemampuan untuk membalasnya. Pasti enak dan lega! Karna belum tentu apa yang mereka lemparkan ke wajah kita adalah sebuah hal yang membang benar adanya. Tapii percayalah ketika emosi menguasai kita akan selalu ada bekas yang tak terlihat saat kita membiarkan emosi yang menang.

Bagian paling saya suka adalah ketika dunia berusaha menjatuhkan dan kita diam saja, akan ada waktuNya Tuhan membela kita. Kita gak buang energi, kita gak perlu jadi pribadi yang emosi. Eh tau tau nanti kebenaran yang akan muncul seiringnya waktu. PembelaanNya selalu tepat waktu dalam berbagai caraNya.

Ingat, VALUE/NILAI yang kita pegang jangan pernah tergantung dengan keadaan / orang lain. Karena jika begitu bukan sebuah VALUE / NILAI tapi hanya sebuah toleransi.

Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka. (Lukas 6:31)

Yuk kita jadi pribadi yang terus saling mendahului dalam memberi hormat dan menghargai orang lain 🙂
-Honouring Others-

Happy Sunday and God bless you all

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s