Suspend Gocar

SUSPEND GOCAR

Kemarin, Senin 7 Nov baru aja dari kantor Gocar di Kemang, Jaksel. Ini kedatangan kedua dalam seminggu terakhir, bolak balik karena urusan akun di suspend.

Sebelumnya pernah ada suspend massal dari Gojek Indonesia (GI) dan gua salah satu yang di suspend. Suspend massal versi GI karena banyaknya orderan curang demi mendapatkan bonus(performance). Kemudian tiba-tiba ada pemutihan massal untuk akun gocar bisa kembali online. Dan akun gua salah satunya bisa online(lagi). (katanya tidak semua dapat kesempatan ini)

Nah! Sejak itu. Sejak bisa online lagi gua sebagai mitra GI sadar bahwa kemarin salah dan ini ada kesempatan lagi. Gua jadi lebih berhati hati di Gocar. Setiap orderan yang sudah gua ambil tidak gua cancel. Mengurangi jumlah cancelan. Jika tidak mau, gua akan skip orderan. Tapi nyatanya gua kena suspend lagi. Dan kali ini di SUSPEND PERMANEN.

Kalo kemaren gua di suspend, karena memang gua ada kesalahan. Sorry yah GI. Dan tujuan tulisan ini bukan karena gua udah salah tapi gak terima di suspend. Karena emang gak ngerti alasan di suspend. Gua mau cerita supaya temen-temen driver tahu bahwa ada hal-hal yang bisa diantisipasi supaya ga di suspend(lagi).

Read More »

Advertisements

How About Your Time?

Hari ini dalam seminggu terakhir kedua kalinya gua ketemu orang baru. Dan dua duanya super duper telat dari waktu yang ditentukan.

Sedih kalo diceritain.

Gua gak mau orang lain nunggu. Mending gua yang dateng early. Tapi kalo telatnya sampai 60menit lebih. Hmm laper juga yah.

Jakarta, kota megapolitan yang hampir semua muanya ada. Menyisahkan kemacetan yang dijadikan ‘kambing hitam’ untuk setiap pertemuan. Dan gua kok jadi berasa kaya kambingnya nungguin orang. Malah ironisnya gua janjian jam 5, dan jam 4 kurang gua uda standby. Iya standby. (dan)Bengong.

Rasanya gua mo update status facebook. Ini semua gara gara ahok. Gara gara jokowi. Karena mereka gua ditelat-in orang. Ntah apa hubungannya. Jangan ditanya karna gua asal ngomong aja kayak ‘mereka’.

Tapi beneran. Jakarta khususnya bikin hidup kita gak efektif dan efisien. Janjian sama orang takut telat kudu pergi early. Mo mepet-mepet banget tar bikin orang gak enak nungguin kita. Tapi kalo orang yang telat kita yang nunggu. Ya nasib.

Ga efisien. Dari kota ke bundaran HI 15menit tapi nyatanya 45 menit masih dijalanan. Harusnya kita uda selesaikan satu todo list kita jadi ga kepending karena macet dan lain lainnya.

Well. Gua akan tetap jadi orang yang ontime meski orang lain yang gak ontime. Karena gua menghargai waktu orang lain. Mereka punya kehidupan dan urusan lain. Gak cuma janjian sama gua. 

Kalian?  How about your time? Sering bikin orang nunggu? Atau sering ditelat-in orang? 

Apa Kabar 2016

Apa kabar 2016?

Demikian judulnya. Seperti biasa gue selalu kecolongan untuk update my wordpress πŸ˜€

Sama dengan setiap orang kebanyakan pasti setiap tahun baru adalah pengen buat resolusi (terbaik) untuk setahun kedepan. So do I.

I’m dreaming so many. So excited. Hope that all my dreams not just dreaming and gone when I wake up in the morning.

Semua pasti ingin memiliki hidup yang lebih baik. Pengen belajar dari yang lalu. Pengen ambil hikmahnya dari 2015. Pengen selangkah lebih maju.

Pernah gak sih tiba tiba kepikiran, “tahun lalu tanggal segini gue begini, gue begitu, lagi disana, sedang ini, sedang itu, dengan siapa dll dll”

Kok gue sering banget yah ngalamin itu akhir akhir ini. Ada film yang muncul dipikiran gue. Dan yang paling gue highlight adalah “gile itu udah setahun yang lalu….”

Yang gue mo concern adalah apakah gue udah lebih baik dari ketika itu 😐

Me. Not Yet. Tapi gue percaya Tuhan selalu ingatkan maka dari itu dikasih ingetan itu πŸ˜€

Masih tanggal 15 Januari, tidak ada kata terlambat untuk sebuah perubahan. Tulisan ini gue dedikasikan untuk diri gue sendiri untuk kedepan menjadi pribadi yang lebih baik (terus). Dan ketika pikiran itu muncul lagi, gue akan tersenyum πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ . Karna gue udah JAUH lebih baik saat pikiran itu datang lagi.

APA RESOLUSI KALIAN??

Kata orang paling mudah untuk mewujudkan resolusi adalah membuat resolusi untuk dan mengenai orang yang kita sayangi. Pasangan kita, orang tua kita, anak kita, saudara kita. Tempatkan diri kita sendiri terakhir. Maka resolusi kita semakin kuat untuk bisa kita wujudkan.

Yang berbeda di 2016 buat hidup gue adalah sekarang punya anak. Anak gue tidak bisa menunggu, setiap hari hidupnya bertumbuh. Setiap minggu bertambah sekian centimeter.Β  Setiap hari perubahan dan kebutuhannya pun bertambah. Jadi resolusi gue harus lebih dan lebih baik lagi buat anak. Apalagi orang tua gue juga setiap hari keriputnya bertambah dan rambutnya perlahan memutih sempurna. Gue gak bisa menghentikan waktu.

family
anak gue ganteng yak kayak bapaknya πŸ˜€

My world never be the same since He was born. Best Gift ever from God πŸ™‚

So kalo kalian ngerasa persis sama seperti yang gue alamin. Kita kudu wujudkan resolusi 2016 kita. Buat orang-orang yang kita sayangi!

I dont know where you are know, but I do. I know exactly where I am right now. I want to have better life in 2016. Ask your self what your dream, hmm… nope! But what their (your love one) dream. We have to make it (together).

 

Take a breath deeply.

Close your eyes.

Say Thank God.

Thinking your love one.

Smile πŸ™‚

And say I want will make they happy!

 

Biarlah tulisan ini jadi reminder buat diri gue sendiri. Dan buat kalian juga boleh. Hehehe.

Dan ketika orang tanya Apa Kabar 2016? Wonderful! πŸ˜€

Happy 2016 guys! *high five*

 

 

Happy Wedding My Sister

Time flies 🍃
Kalo kata orang adek kakak itu sering berantem. Tapi kalo kita? Iya sama sering berantem. Sering. Banget. Tapi dulu. Bahkan masalah remote tipi aja bisa jadi berantem yg sengit, hahahaha.

Waktu berlalu. Usia bertambah. Begitupun kami. Sebentar lagi dia akan memiliki rumah tangga sendiri. Happy dan bangga. Akhirnya adek gua laku hahaha. Eh gak sih seinget gua sih dia laku banget 😝 hahahah, maksudnya sudah matang dan menuju fase baru dalam hidupnya. Pernikahan.

Selamat yak adikku paling baik sedunia. Walau kita sering berantem tp kita tetap saling butuh hahahaha. Pnjem duit, pnjem ini, pnjem itu, tolong anu, tolong inu. Menuju pernikahan dan dapat title baru.

Doa kami, jadi istri yang baik, penuh hikmat, jadi berkat, selalu rendah hati dan makin menjadi berkat. Dan jika nanti saatnya tiba jadi seorang ibu. Jadi ibu yg bijaksana.

Enjoy your wedding day. No matter what, you must happy and get a great life.

Jesus bless you and new life.
I love you,
teman brantem masa kecil 😗

#happywedding #weddinggreeting #davidmetawedding #countingday #bridetobe

Badmood Swingmood

Gua percaya Tuhan itu ada.

Buktinya setiap kali gua merasa badmood dan saat detik itu tidak ada orang disamping gua. Cukup tarik napas, pejamkan mata dan pikirkan kebaikan Tuhan dalam hidup gua. Semua rasa jelek jadi berangsur baik.

Pernah denger orang selalu komplain akan hidupnya. Ya sebenernya sama gua juga pengen komplain banyak hal. Kenapa ini itu anu ani. Selalu ini itu. Kapan ego gua dimanja? Ah rasanya ga adil. Ya tapi pilihan gua adalah dateng ke Yang Kuasa.

Mungkin ini adalah akibat dari kecil sering sekolah minggu jadi apa-apa ingetnya ada seorang yang tak berwujud yang still caring and loving me.

Lebay? Ya mo gimana namanya juga ego. Klo ego datang bukankah bodo amat jadinya?

Ya tapi beruntungnya gua adalah bisa selalu diingatkan bahwa gua punya Tuhan yang selalu buka tangan telinga dan hati saat gua komplain ini itu πŸ˜€

Sometimes i never could imagine how was my life if there You, God doesn’t exist in heart :’)

Thank God
Thank You are exist!

Ojek Online dan Signal

Masih soal Ojek Online kemarin.

Suatu sore jam pulang kerja. Gua lewat jalan di daerah Grogol. Jalanan perumahan, potong jalan menuju rumah. Kiri kanan banyak parkiran mobil disamping trotoar. Banyak polisi tidur membuat gua harus nyetir perlahan.

Dipertigaan tiba-tiba driver Ojek Online ijo-ijo lewat. Gua cuma tersenyum dan rasanya beda kalau liat driver para Ojek Online ini. Mereka semua mulia, bekerja sesuai panggilan orang. Mereka bisa aja kan males dan tetap dipangkalan atau cari kerjaan yg lebih oke. IMHO.

Kemudian tangan kirinya mengeluarkan smartphone yang adalah sumber penghasilan dia. Sambil tangan kanan tetap nyetir stang motor bebeknya. Sesekali mata melihat ke smartphone. Liat jalan, lalu liat layar smartphone lagi.

“Mungkin baru selesai anter penumpang . . . ” dalam benak gua.

Ga lama kemudian, hapenya di goyang-goyang. Dilihat lagi layarnya. Terus digoyang-goyang lagi tuh smartphonenya πŸ˜€

“Kangggg itu hape atau susu ultr*???!! Kok dishake – shake gitu” dalam hati gua ketawa aja dibelakang dia.

Semangat terus Kang! Dalam mencari orderan dan mencari signal!

Tertanda,
Orang dibelakang Kang Ojek Online yang pegang susu ultr* eh handphone :))

Pengalaman (naik) GoJek dan GrabBike

Akhirnya nyoba juga produk Ojek Online yang lagi hits di Jakarta khususnya. Dari sekian banyak Ojek Online yang beredar di Jakarta, seperti Go-Jek, GrabBike, BlueJek, LadyJek, JegerTaxi, Ojek Syar’i, Topjek (gila banyak banget yah Ojek Online, rasanya ga cukup memory HP gua). Dan yang gua baru coba pakai adalah Gojek dan GrabBike. Ijinkan gua berbagi pengalaman naik Ojek Online yang lagi ngehits ini yah.

Go-Jek

Awal mulanya download aplikasi ini penasaran karna lagi rame ramenya jadi perbincangan. Dipake? Kaga. Cuma download aja :D. Sampe suatu kali liat postingan temen di Path, ngirim kado sepeda anak balita pake GOJEK. Gua cuma mikir β€œheh bisa kirim barang segitu gede? dalam hitungan jam dan sampe ketujuan dengan beres???” Nah dari situ gua tertarik untuk pakai aplikasi ini. Yah tujuannya buat kirim barang yang memang butuh cepat πŸ˜€

Singkat cerita akhirnya kemarin Okt akhir kayaknya pertama kali gua pakai jasa Gojek, bukan sebagai pengantar barang tapi sebagai Kang Ojek. Rasanya yang gua inget pertama kali begitu naek adalah poto! Yah, yang lagi trend kan orang-orang pada poto helm-lah, jaket-lah atau abangnya (spertinya gua telat trendnya yah). Tapi gua hanya dapat helm, jadilah potonya harus selfie donk? (Kan supaya keliatan kalau gua naek Gojek! Haha) Ditengah-tengah jalanan ibukota? Selfie? Diatas motor? Yaiks! Hahaha (etapi gua tetep poto donk buat kirim ke istri, info ke dia betapa gua seneng naek gojek mhuahaha)

Well, pakai Gojek itu mudah, cepat dan pasti. Cuma satu hal aja yang gua rasa ini juga dikeluhkan oleh banyak penumpang, bahkan mungkin driver Gojeknya. Aplikasinya suka error! Krna gua pikir biasa pesen Gojek pasti cepet, jadilah satu hari itu pas gua order tapi gak bisa pencet tombol β€œorder” nya, jadi bete karna hampir 45 menit cuma nungguin aplikasi itu berhasil dan Kang Ojek datang menjemput.

Singkat cerita (lagi) gua beralih pakai GrabBike pagi itu. Masalah kelar. Taaapi siangnya jam 10an total tiga driver dari Gojek telp gua nanya jadi gak ordernya. Lah gua entah udah dimana Kang. Gua jelaskan bahwa itu orderan tadi pagi dan error . Dan si Kang Ojeknya cuma minta, tolong di cancel di aplikasi gua. Oke Kang. Selesai.

Kemudian besoknya pas gua buka credit Gojek (setelah sistem mereka sudah tidak error pastinya), kok kepotong 15.000 dan gua lihat ada satu orderan yang berhasil. Sedangkan kemarin semua sudah gua jelaskan bahwa itu orderan yang error dan ga jadi. Lalu coba telp si driver (yang ambil order tapi nyatanya gak anterin gua) cuma mo tanya kenapa di approve orderan yang sebenernya dia tidak ambil. Ga diangkat, kemudian gua sms dan dibales. Berikut skrinsyut SMSnya πŸ˜€

15-11-03-17-26-32-202_deco
gua sih bacanya, si Kang Ojek keliatan tulus πŸ˜€

Ternyata Kang Ojeknya segitunya :’) dia coba jelaskan ke gua kenapa hal itu terjadi. Dan karna gua lagi nyetir, blm sempet bales smsnya. Eh ga sampe 30 menit, Kang Ojeknya telp, tapi sengaja gak gua angkat, nanti gua aja yang telp pikir gua. Tetapi di telp terus donk.

Kemudian gua telp, Kang Ojeknya minta maaf (soal dia ambil orderan) krna kalo gak begitu dia gak akan bisa ambil orderan yang lain. Kang Ojek itu tetep minta alamat gua untuk balikin credit Gojek yang kepotong. Ah hati gua rasanya luluh mendengar ada Kang Ojek segitunya gegara 15rb. Gua hanya bilang β€œGpp Kang. Saya ikhlas masalah 15rb itu lagipula salah sistemnya kok bukan salah situ, titip aja kekantor Gojek, bilangin programnya jangan sering error :D”

Dan sepertinya Gojek ini kalo kalian mampir ke Official IG atau FB-nya, mostly banyak yang komen : 1. Nanya pendaftaran kapan buka lagi, 2. Minta pihak Gojek servernya dibenerin karena sering error πŸ˜€

Semoga kedepannya Gojek semakin baik dan kece!

GRABBIKE

Awalnya gua download aplikasi ini adalah karena lihat HP temen.

Gua (G) : Cui kok di HP lu sampe ada 2 aplikasi (Gojek dan Grabbike) ? Emang ga cukup satu aja ?

Anak Gaul Jakarta (AGJ) : Iya kalo pagi, gua selalu booking dua-duanya, dan siapa yang cepet ambil orderan gua, yang satu akan gua cancel. Biar cepet aja sih bro.

G : Kasian bener yang satu lagi cui, calon pasti dicancel sama lu.

AGJ : Yah mo gimana lagi, salah sendiri lama. Kan gua praktis aja.

Akhirnya gua download lah GrabBike. Kalo gua buat cadangan aja. Dan bener kepake! Waktu Gojek error gua langsung cobain pake GrabBike. Kemudian datang gak sampe 5 menit.

Kesan pertama GrabBike adalah gua dikasih masker. Gua baru sadar iya kenapa Gojek gak kasih gua masker yah? hehehe (idk). Trus Kang Ojeknya mah sama aja demen-demen aja kalo diajak ngobrol. Dan gua penasaran soal sistem error di GrabBike. Menurut Kang Ojeknya memang pernah sistem mereka (GrabBike) error tapi asiknya gak selalu sampe 15 menit pasti udah beres, jadi tidak menggangu para driver. Atau sampai kejadian orderan nyangkut sperti Gojek.

20151104_091150
ini naik GrabBike tadi pagi

Karena gua kepo akhirnya coba tanya-tanya deh soal lain halnya. Seperti dibayar berapa per KM? Ambil duit creditnya dikantor sistemnya ribet gak? Selalu dapat helm dan jaket pada saat daftar? Dan bagaimana cara daftar GrabBike?

Intinya GrabBike ini keliatan lebih besar perusahaannya sih (lah emang), hehehe (iya secara dari Grab Taxi) jadi kayaknya masalah gak kebagian jaket, masuknya lebih ketat dan ambil duit ke kantor lebih mudah, bahkan pembagiannya lebih besar 90:10 adalah karena mereka sudah sangat ready secara sistem, SDM dan financial. Jadi, GrabBike punya ruang tersendiri di para Kang Ojek dan pelanggan, yah meski ada yang sok nasionalis, bukan produk Indonesia πŸ˜€ (capek bahasnya kalo disini)

GrabBike malah yang gua denger (semoga bukan gosip semata) akan ada layanan yang seperti Gojek juga. Apa aja layanannya? Tungguin aja, krna gua takut salah hehehe (gua denger dari orang yang kerja didalem). Dan kalau memang benar, bakalan lebih banyak lagi income si Driver GrabBike.

Kesimpulan gua, Gojek dan GrabBike sama-sama membantu orang banyak. Bahkan gua selalu tanya sama Kang Ojek nya (merk apapun), “sebelumnya kerja apa Kang? Hasilnya lebih besar dari sebelumnya? (kepo banget ya hahaha)” Dan jawabannya selalu rata-rata pasti lebih besar dari sebelumnya. Kata salah seorang Kang Ojek “yah tergantung kita keluar dan pulang jam berapa Pak”. Jadi tergantung drivernya juga yahhh….

Semoga Ojek Online yang lainnya sama bermanfaatnya dengan Gojek dan Grabbike.Β Rejeki gak kemana, gak perlu cakar-cakaran sama Kang Ojek pangkalan. Malah drivernya jadi lebih berwawasan karna pelanggannya sekarang hampir semua kalangan. Kan biasanya orang malas untuk ke ujung gang atau ke blok yang berbeda untuk naik Ojek. Dengan begini semua jadi dimudahkan, cuma lewat aplikasi, klik klik dateng dah!

Harapannya fenomena Ojek Online jadi saluran berkat buat banyak orang. Dan apapun merknya semua bekerja secara sportif. Tinggal bersaing soal service aja. Dan juga semoga cepat kelar masalah di Gojek, yang akhir-akhir ini didemo, kantor barunya ditembak orang tak dikenal, sistemnya sering error, drivernya banyak di suspend dll dsb (cmiiw).

Bravo Ojek Online!

Kalian sudah pernah naik? Belum pernah ? Atau jangan-jangan sampe langganan bulanan πŸ˜€